Posted in My Life

Another Little Bundle of Joy

20160321_070823Sewaktu saya sedang hamil anak kedua, Salah seorang sepupu saya, yang sudah punya dua anak – satu laki-laki dan satu perempuan – pernah bilang, katanya proses mau punya anak laki-laki itu lebih sakit dibandingkan anak perempuan. oh, iya sih saya pernah denger, katanya kan melahirkan anak laki-laki itu 40 kali lebih sulit daripada anak perempuan. “Nggak”, katanya, “bukan cuma lahirannya aja, tapi pas hamilnya juga”. Mendengar itu, saya jadi mikir-mikir lagi. Ya iya juga sih, hamil kedua ini kayaknya lebih banyak keluhannya dibandingkan pas hamil pertama. Tapi gak tau juga apa karena hamil pertama itu bawaannya seneng aja ya jadi gak berasa.
Cuma pas lahirannya, bener-bener berasa deh cesar yang kedua ini lebih berat dibandingin yang pertama. Udah sakit karena luka cesar, ditambah pula ada beberapa penyakit lain yang sempat ikutan nimbrung. Pemulihannya pun lebih lama, sekitar 1,5 bulan setelah lahiran baru saya berasa sakit di dalam perut bener-bener hilang.
Ah, apa pun, bahagia saat melihat dan memeluk bayi yang selama 9 bulan di dalam kandungan itu tidak terkira rasanya.

Continue reading “Another Little Bundle of Joy”

Posted in My Life

The 2nd One

stock-photo-pregnant-women-295256420 Hmmmm…. mau mulai dari mana lah yaa ceritanyaa.. ahaha bingung. Yang jelas ini mau nyeritain pengalaman hamil kedua saya.
What? sudah hamil lagi? Hihihi… iyah, alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk hamil lagi saat Naira umur 14 bulan.
Sebelumnya saya emang udah punya rencana sih… mau promil lagi sekitar bulan Mei 2015, supaya anak kedua nanti jaraknya sama Naira sekitar 2 tahunan gitu. Soalnya saya juga mikirin umur, sekarang sudah masuk 31, dan usia yang baik untuk hamil dan melahirkan itu katanya kan maksimal 35 tahun. Sementara suami pengennya punya anak 5. Ya gak tau juga sih bisa tercapai apa nggak, tapi kan diusahain dulu.
Gak diduga pas awal bulan Mei itu saya telat mens. Awalnya sih masih nyantai aja, soalnya setelah lahiran ada beberapa kali saya telat mens beberapa hari tapi gak hamil. Nah yang ini ditungguin hampir seminggu kok masih belum datang-datang juga ya? Akhirnya saya pake test pack… dan hasilnya positif. Waduh, mimpi apa saya? baru rencana mau mulai promil ternyata udah dikasih duluan.
Buat memastikan, sorenya kami langsung ke RS Tiara Fatrin untuk periksa sama Dr.Marina. Cuma sayangnya Dr.Marina gak praktek karena lagi ke luar kota katanya. Duh, gimana nih? penasaran dong klo gak langsung periksa. Akhirnya saya ajak suami ke RS Hermina aja, periksa sama Dr.SpOg siapa aja deh yang ada, kan sekadar memastikan. Akhirnya periksalah sama Dr.Khalif Anfasa, kebetulan Dokter ini yang jadi asisten Dr.Fatmah waktu dulu saya Operasi Cesar. Hasilnya, memang bener saya hamil, sudah kelihatan kantong kehamilannya. Saya inget dulu waktu awal hamil Naira sama Dr.Marina langsung dikasih obat penguat kandungan, jadi sama Dokter ini juga saya tanyain apa perlu obat penguat juga. Kata Dr.Khalif gak usah dulu pake obat penguat, cuma klo nanti ada keluhan sakit di perut bagian bawah ke RS aja untuk diantisipasi. Ya sudah klo begitu.
Eh ternyata sekitar dua minggu kemudian beneran saya merasa ada nyeri di perut bagian bawah, inget pesen dokter itu jadinya pergilah saya sore itu ke RS Hermina, langsung ke UGD supaya cepet penanganannya. Menurut petunjuk dokternya, saya diobservasi dulu di ruang perawatan, dipasang infus dan disuntikin obat, trus lihat kondisi kalau memang nanti malam gak apa-apa ya boleh pulang. Dengan pasrah saya pun terbaring di ruang perawatan, ditusuk macem-macem mulai dari infus, obat penguat kandungan, diambil darah, hingga skin test untuk pengecekan alergi obat, dan menurut bidannya gak ada reaksi alergi disuntikkanlah obat antibiotik tersebut. Di luar dugaan, tiba-tiba saya bersin-bersin, dan dalam hitungan detik seluruh tubuh mulai gatal-gatal. Muka dan telapak tangan saya terasa panas dan membengkak, ini jelas reaksi alergi! Sesaat kemudian napas saya semakin cepat, dan bidan yang tadi menangani pun segera memasang selang oksigen. Ketika bidan tersebut keluar untuk konfirmasi dengan dokter, tiba-tiba saya merasa semakin sesak dan saya minta suami panggil lagi bidan tadi. Sungguh saat itu sudah terpikir oleh saya, apakah ini saatnya saya pergi? saat udara yang masuk ke paru-paru meskipun sudah berasal dari tabung oksigen terasa gak berarti. Tapi apa harus begini jalannya? saat saya hamil muda dan tadinya baik-baik saja — cuma ada gejala nyeri yang mungkin bisa diatasi dengan obat penguat kandungan, tiba-tiba kritis karena alergi obat??
Gak lama suami saya sudah kembali bersama bidan tadi, lalu segera bidannya mengencangkan aliran oksigen dan ia bersama suami saya menenangkan sambil membimbing saya mengatur napas. Barulah pelan-pelan saya merasa baikan dan udara yang masuk ke paru-paru mulai terasa lagi. Setelah itu saya disuntik lagi obat anti alergi dan diperiksa oleh dokter. Katanya tadi saya sempat syok akibat reaksi alergi itu, tekanan darah saya turun drastis. Pantas saja meskipun saya bernapas tapi terasa seperti gak bernapas, mungkin oksigennya gak terangkut karena tekanan darah yang terlalu rendah. Tapi Alhamdulillah sepertinya sudah gak apa-apa. Cuma malam itu saya jadi menginap di ICU dan baru boleh pulang besok sorenya. Fiuuh…. padahal kayaknya sih suntik antibiotik itu gak perlu-perlu amat, cuma kata dokternya karena dari hasil tes darah ada gejala infeksi makanya mau dikasih antibiotik. Yah, mulai sekarang jadinya harus hati-hati banget klo mau dikasih obat antibiotik terutama yang belum pernah dicobain.

Setelah itu, saya mulai mikir-mikir mau rutin konsultasi kehamilan di mana. Sebenernya sih udah ngerasa cocok banget sama Dr.Marina, tapi lahirannya kayaknya udah cocok juga di RS Hermina. Padahal Dr.Marina gak praktek di RS Hermina, jadi gimana dong? Sebenernya saya pengen juga dari awal kehamilan sampe lahiran periksanya di satu RS dan rutin sama satu dokter. Tapi…. daripada kelamaan mikir, akhirnya saya putuskan konsultasi rutin tetep sama Dr.Marina, biar nanti kalau sudah trimester akhir saya pikir-pikir lagi mau lahiran di mana.

Continue reading “The 2nd One”

Posted in My Life

My Shimmering Pearl

Buat yang sudah lama baca-baca tulisan di blog saya ini, pasti tau deh ada yang berubah baru-baru ini (selain themes dan header tentunya). Yup, nama blog-nya saya ganti. Dulu nama blog ini adalah Shimmering Pearl, terinspirasi dari salah satu lagu milik Ada Band, bahwa Nadia adalah sebutir mutiara indah di tengah luas Samudra (ceileh–). Shimmering juga yang berarti berkilauan, menggambarkan kesukaan saya dengan bintang-bintang yang berkilau.
Nah, saat hamil dan mulai mencari nama yang cocok buat anak, saya pun berusaha menemukan nama yang artinya gak jauh-jauh dari itu : bintang, bersinar, berkilauan, dan mutiara. Yaa klo artinya bukan itu juga gak pa-pa sih, yang penting namanya terasa cocok buat kami dan artinya baik. Dan satu lagi, pengennya sih namanya yang masih jarang alias gak pasaran. Tapiii…. berhubung saya dan suami punya inisial yang sama yaitu NS, entah kenapa tiba-tiba kami sepakat nama anak-anak kami nantinya harus juga berinisial NS. Jadilah mencari nama yang cocok lebih sulit karena pilihan inisialnya terbatas.
Continue reading “My Shimmering Pearl”

Posted in My Life

Selamat, Anda Telah Menjadi Seorang Ibu !

fingersSungguh berjuta rasanya saat mendengar kalimat itu. Haru, lega, excited, dan lain-lain. Semua bercampur aduk ketika saya terbaring di tempat tidur sesaat setelah proses melahirkan. Tapi sebelum itu, mari kita kembali ke sehari sebelumnya…

Siang itu hari Minggu tanggal 9 Februari 2014 tepat di usia kehamilan 38 minggu, ada keluar sejumlah lendir bercampur flek kemerahan. Teringat pesan dari dr.Peby,SpOG saat terakhir kontrol di usia kehamilan 37 minggu, “Kalau ada keluar flek atau cairan bening, segera ke rumah sakit ya”. Hmm… berarti sudah tanda-tanda akan melahirkan, ya? Tapi kata orang, kalau mau melahirkan itu biasanya sudah terasa sakit atau mules-mules, sedangkan ini saya belum merasa apa-apa. Saya pun nyantai aja, tapi kadang masih kepikiran juga. Maka sorenya saya tanya mama yang pensiunan bidan, apa sebaiknya saya langsung ke RS atau nunggu mules-mules dulu. Menurut mama, keluarnya flek itu memang sudah tanda-tanda dan bisa ke RS,tapi belum bakal melahirkan dalam waktu dekat klo masih belum mules-mules, jadi kayaknya gak apa-apa juga klo saya mau nunggu mulesnya dulu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya pilih ngikutin pesen dokter. Setidaknya untuk jaga-jaga kalau ternyata persalinan sudah dekat, kalau ternyata masih lama ya kan bisa pulang dulu. Dan saya beserta suami ditemenin mama malam itu juga ke RS Hermina Palembang.

Sampai di UGD, saya disambut oleh bidan yang langsung menyiapkan kursi roda untuk membawa saya ke ruang persalinan di lantai 2. Wuih, ruang persalinan? naik kursi roda? kok kayaknya udah bener-bener mau lahiran ya? padahal saya masih biasa aja, paling ada mules-mules dikiiit banget, dan jelas masih kuat jalan. Haha… kayaknya kursi roda itu cuma untuk menegaskan kalau saya adalah pasien. Sampai di ruang bersalin, saya berbaring sambil ditanya-tanyai. Kemudian saya diminta nunggu sementara dr.Peby dipanggil. Sementara itu juga Ibu dan ayah mertua saya yang baru dikabari ikut datang ke RS.
Gak berapa lama, dokternya pun datang. Setelah nanya-nanya lagi sedikit, dokternya langsung periksa, dan ternyataa… saya sudah bukaan 2. “Gak usah pulang-pulang lagi dulu ya…” katanya. Haduh, deg-degan pun bertambah. This is it! Saya akan segera mengalami sesuatu yang bernama ‘Melahirkan’!

Continue reading “Selamat, Anda Telah Menjadi Seorang Ibu !”

Posted in My Life

The Miracle of Pregnancy

ImageSebenernya sih, awal nulis buat posting ini sekitar 36 minggu usia kehamilan saya. Tapi karena gak kelar-kelar, akhirnya keburu lahiran dan baru diupload sekarang deh. Hehehe… ya gak pa-pa lah, better late then never. Intinya saya mau cerita tentang pengalaman hamil pertama saya. Hmm… pas awal-awal kehamilan itu rasanya masih feel amazed aja, saya hamil ya? saya bakal segera jadi ibu?? deg-degan juga, tapi karena masih jauh perjalanan 9 bulan 10 hari jadi gak deg-degan amat. Yang jelas, sejak saat itu saya mulai browsing-browsing informasi tentang kehamilan. Ternyata buanyaaak banget info yang saya baru tau. Sempet terpikir, kok saya gak nyari info gini sejak sebelum hamil ya? Tapi klo dipikir-pikir lagi, masa-masa saya menunggu kehamilan bisa dibilang cukup panjang juga, mungkin baca-baca tentang kehamilan gini di saat sedang menanti kehamilan malah bisa bikin galau.
So, seiring saya mengalami keajaiban-keajaiban itulah saya juga baca penjelasannya dari berbagai sumber. Sejauh ini, setiap keluhan yang saya rasakan ternyata memang biasa dialami oleh ibu hamil. Tapi ada juga beberapa keluhan yang biasanya dirasakan ibu hamil ternyata gak saya rasakan, ya… memang setiap ibu hamil bisa berbeda-beda yang dialami tergantung orangnya.
Continue reading “The Miracle of Pregnancy”