Posted in Miscellaneous

A Hard Decision Making

Pop memo dengan variasi warna tulisan

Baru kali ini saya segini galaunya mau pilih HP, sampai-sampai dibikin postingan blog lagi. Perasaan dulu waktu jadi remaja baru lulus SMA nentuin pilihan jurusan kuliah aja gak gini-gini amat deh kayaknya. Hahaha… Lebay.

Tapi akhir-akhir ini memang saya sering kurang konsentrasi dan fokus, entah sebabnya apa. Apa kurang piknik, kurang vitamin, atau karena gak minum aqua (terang aja, kan di Palembang Aqua mahal, jadi minumnya AlfaOne 😀 ). Dan jadinya sering bingung juga, sempat kehilangan kunci yang ternyata jatuh di bawah jok mobil, ketinggalan helm di minimarket kantor, sampai pilih dompet oleh-oleh adik saya pun bingung mau motif yang mana.  Saya jadi capek. Masalah pilih HP ini juga lumayan menyita pikiran saya, soalnya LG G2 Mini saya udah bener-bener penuh, beberapa aplikasi yang sebenernya masih perlu sudah saya hapus untuk mempertahankan aplikasi lainnya yang lebih penting. Dan herannya ketetapan saya tuh bener-bener berubah-ubah, hari ini saya udah fix pilih merk S tipe A, eh besoknya ganti lebih milih tipe J. Besoknya lagi, ganti lagi merk M tipe M yang sebelumnya gak dilirik. Semua memang ada kurang-lebihnya masing-masing, jadi saya kesulitan nentuin prioritas mana yang lebih penting untuk diutamakan dan mana yang bisa diabaikan.

Continue reading “A Hard Decision Making”

Posted in Miscellaneous

Pilih-pilih Handphone

Saat perlu ganti handphone karena berbagai alasan, keputusan Handphone mana yang bakal dipilih tentunya bukanlah hal yang mudah. Ya… mungkin karena handphone selalu ikut ke mana kita pergi, menyimpan data-data kita, serta jadi hiburan pengisi waktu kapan dan di manapun kita berada.

Bermula dari handphone hanya berfungsi sebatas nelpon dan SMS hingga lebih dominan utk aktivitas socmed, serta dari berlayar kecil dan monokrom hingga berlayar lebar dan full HD. Saya pun merasakan perubahan HP yang dari besar ke kecil kemudian besar lagi, dan dari tanpa OS hingga android ver ke-sekian. Generasi 90-an kayak saya termasuk yang merasakan perubahan besar teknologi informasi dan komputer pada masa-masa kami seumuran remaja dan dewasa muda, masa-masa galau dan pencarian jati diri katanya. Hahaha…

So, inilah daftar merk dan jenis HP yang menemani saya sejak awal kemunculannya hingga sekarang (April 2017), sekalian nostalgia juga deh.

Continue reading “Pilih-pilih Handphone”

Posted in Review

How I Met Your Mother (2005-2014)

How I Met Your Mother (HIMYM) bisa dibilang adalah serial sitcom barat terfavorit saya hingga saat ini. Mulanya saya dengar tentang serial ini dari suami saya (waktu itu masih calon), dia bilang bagus banget, banyak joke dan bahasan tentang cowok yang ‘kena’ banget, tapi bukan berarti ini film buat cowok, tentang cewek juga banyak. Karena penasaran saya cobain lah nonton. Waktu itu sekitar tahun 2009 yang berarti filmnya udah jalan sekitar 4 season. Pertama nonton saya habisin dulu season 1,dan awal-awal nonton itu saya agak bored nontonnya, gak tau kenapa, mungkin karena waktu itu selera saya masih drama korea aja 😀 . Habis itu belum lanjut nonton lagi karena memang gak ada DVD-nya.
Sekitar setahun kemudian,setelah menikah saya mulai kenal TV berlangganan dari suami saya dan mulai terbiasa nonton film-film barat, termasuk HIMYM yang sesekali tayang di Starworld. Tiba-tiba saya ketagihan nonton serial ini dan nunggu-nunggu setiap tayangannya, walaupun episodenya totally gak berurutan. Kalo gak salah mulai ditayangin berurutan itu sejak season 7 sampe serial ini tamat di season 9.
Continue reading “How I Met Your Mother (2005-2014)”

Posted in My Life

A Beneficent Honest

Seperti sebelumnya, saat hamil kedua saya sudah searching pilihan nama buat si kecil nanti. Kali ini hasil USG anak laki-laki, jadi dominan yang dicari juga nama anak laki-laki. Awal-awal saya browsing itu, dapatlah nama yang muncul dengan jelas di halaman google search : MUHAMMAD NAUFAL SHIDQI. Saya pikir, bagus juga ya nama ini. Naufal artinya dermawan, dan Shidqi sama dengan Shidiq yang artinya jujur. Dengan Naufal Shidqi sudah dapat inisial NS.
Tapi… saya kan juga berusaha nama anak kami nantinya yang agak-agak jarang gitu, dan ternyata nama ini sudah lumayan banyak, bisa kelihatan dengan hasil search aja di FB. Maka saya gak terlalu merekomendasikan nama ini. Entahlah saya masih pingin ngasih nama Nasuha, yang selain berarti sungguh-sungguh, bisa juga jadi akronim nama saya dan suami (NAdia dan SUHudA), seperti Naira yang bisa jadi akronim NAdIa dan nooR suhudA. Saya juga sudah menemukan pasangan nama yang cocok menurut saya, yaitu Shifan, artinya sabar. Saya pikir nantinya bisa dipanggil Shifan, supaya gak melulu nama panggilannya inisial N. Selain itu tapi gak penting sih, Shifan juga mengingatkan saya pada Shie Fan, sahabat Chinmi di komik kungfu boy yang ahli kungfu dengan senjata tongkat.

Dan ternyata… nama Shifan gak di-acc oleh suami. Nama Nasuha juga antara setuju dan nggak. Saya pun nge-blank lagi deh. Soalnya gak banyak cadangan nama lain yang saya temukan dan cocok… ada beberapa dan semua masih gak sreg untuk diterima suami. Lalu ada keluarga yang nyebut-nyebut nama Naufal, eh ternyata suami tertarik kayaknya. Ya sudah, saya bilang bahwa saya juga pernah tertarik dengan nama Naufal Shidqi. Butuh waktu beberapa lama, akhirnya suami saya pun setuju. Jadilah nama anak kedua kami Naufal Shidqi.

Hingga saat ini sudah 8 bulan usianya, semoga Naufal terus tumbuh menjadi anak yang sehat,shaleh,dan cerdas, qurrata a’yun bagi kami semua. Aamiin