Posted in My Life

Hamil di Luar Kandungan

Pada akhir bulan September 2018, kantor kami menyelenggarakan Employee Gathering ke daerah Bogor. Acara ini diwajibkan bagi pegawai, bila tidak ikut harus ada alasan yang dapat diterima. Kondisi saya agak membingungkan sebenarnya… sebab saya punya 2 anak yang masih balita dan pastinya agak repot kalau ditinggal, tapi keduanya juga sudah berusia lebih dari 2 tahun yang berarti gak repot-repot amat juga kalau dititipkan selama 3 hari weekend acara tersebut. Saya tanya sama suami gimana sebaiknya, dan dia bilang ikut aja kalau memang mau ikut. Ya sudah, saya pun mendaftar untuk ikut.

Tapi… 4 hari sebelum tanggal keberangkatan, saya telat menstruasi sekitar 5 hari. Galau lah saya, kira-kira saya hamil gak ya?

Continue reading “Hamil di Luar Kandungan”

Posted in My Life

Dilema Ibu Bekerja

Sejak awal tahun 2018, Naufal mulai rutin terapi di Bina Autis Mandiri (BAM). Sebulan pertama observasi, terapinya 3 kali seminggu masing-masing 2 jam. Bulan berikutnya baru akan ditentukan apakah perlu penyesuaian jadwal. Oiya, untuk penanganan autis biasanya ada 3 macam terapi, yaitu Sensori Integrasi (SI), Terapi Okupasi (OT), dan Terapi Wicara (TW). Kata dokter sih harusnya dilancarkan dulu SI dan OT baru dilanjutkan TW.. tapi karena di BAM ini semua bisa 1 paket ya udah kami pikir sekalian aja. Setelah lewat 1 bulan, dokter di tempat terapi menyarankan tambah jadwal jadi 4 kali seminggu. Jadinya pas aja sih, suami saya yg kerja shift dalam seminggu ada 1-2 hari jadwal kerja pagi yang berarti gak bisa nganter jemput Naufal. Saya juga yang gak bisa bawa kendaraan, lumayan repot kalau harus antar jemput Naufal dari kantor dengan transportasi online. Karena jadwal Naufal yang 4 kali seminggu, bisa pilih hari apa saja dari Senin-Sabtu yang suami saya dapat shift selain pagi. Setiap akhir pekan suami saya ngabarin bagian administrasi BAM buat nentuin minggu depan Naufal terapinya hari apa aja. Suami saya pilih jadwal jam 10-12 siang, tapi klo sesekali ambil jam 8 pagi juga bisa. Klo mendadak ngubah jadwal, harus konfirmasi dulu juga, karena bisa jadi untuk jam itu sudah penuh yg ikut terapi, disesuaikan dengan jumlah terapisnya.

Kami pun settle dengan pola ini, sambil terus memantau perkembangan Naufal tentunya.

Continue reading “Dilema Ibu Bekerja”

Posted in My Life

Skyfall

Woww… ternyata udah 2 tahun aja ini blog gak update-update. Padahal bukannya gak ada cerita sih, justru 2 tahun ini saya mengalami bittersweet of life, jatuh bangun jungkir balik luar biasa pokoknya. Tapi tiap kali mau ditulis kok rasanya gimanaa gitu ya, gak ada mood dan rasa kepengen yg kuat buat cerita, jadinya ya udah, 2 tahun vakum.

Dan sekarang, mumpung lagi ada niat buat nulis kayaknya dikejerin aja deh ya..

Here we go.

Continue reading “Skyfall”

Posted in Review

Tentang Dilan dan Milea

dyllan_20180202_155204

Sungguh, sebelum nonton, saya sama sekali gak pernah tertarik baca novelnya juga ulasan ataupun berita-berita tentang pembuatan film ini. Walau sudah lama saya lihat novel serial ini wara-wiri di google play book sebagai bacaan recommended dilihat dari jenis buku-buku yg sudah saya beli dan baca, tapi sedikitpun saya gak tertarik. Apa mungkin karena covernya kurang menarik menurut saya ya? soalnya saya lebih suka cover yg lucu-lucu tampilannya 😄 (emang dasar gak pernah ngikutin slogan “don’t judge a book by its cover”) .

Saya jadi tertarik dan penasaran saat baca sedikit review dari temen di group whatsapp komunitas blogger wongkito. Bahwa katanya film Dilan yg baru saja mulai tayang di bioskop itu bagus. Bahwa Iqbaal CJR (what? CJR alias cowboy junior boyband abege yg dulu unyu-unyu itu?) Yang sebelumnya dianggap gak cocok perankan Dilan ternyata mampu membawakan karakter Dilan dengan pas, termasuk saat adegan berantem. Bahwa film ini berhasil menggambarkan suasana kota Bandung di tahun 1990. Bahwa film ini cocok ditonton anak zaman now dan yg ingin mengenang tahun 90-an. Dan yg ngasih review itu cowok pula. Hasil review yg bagus dari cowok utk film Indonesia bertema cinta remaja, tentunya sudah luar biasa. Saya bener-bener penasaran.
Kemudian ada kesempatan nonton bareng temen-temen, jadilah saya nonton. Dan ternyata saya setuju, film ‘Dilan 1990’ ini bener-bener bagus. Sudah lama saya menantikan film Indonesia tentang anak muda yang sebagus Ada Apa dengan Cinta, dan sepertinya Dilan jawabannya. Semoga sekuelnya nanti akan tetap sebagus yg pertama ini.

Continue reading “Tentang Dilan dan Milea”

Posted in My Life

Menjadi Ibu yang Baik…

sumber : etsy.com

Anak adalah anugerah. Menjadi seorang ibu tentunya adalah anugerah yang tidak terkira. Sebagaimana saya pernah baca tulisan di FB, yang kira-kira begini: “The most valuable necklace in the world is our children’s arms”. Entahlah, saya merasa kalimat itu bermakna sangat dalam. Karena memiliki anak-anak yang bisa kita peluk, bukanlah hal yang mudah. Mulai dari peluang untuk memiliki anak (proses mendapatkan jodoh serta kesempatan untuk hamil dan melahirkan) yang bagi sebagian orang bukan hal yang mudah, hingga bagaimana membesarkan dan mendidik anak-anak yang bermacam-macam karakter dan kebutuhannya yang juga tidak mudah. Bagaimana menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak, tentu bukanlah hal yang mudah.

Terlebih lagi, menjadi orang tua dari anak berkebutuhan khusus (ABK).

Saya pernah dengar, bahwa orang tua dari ABK adalah orang tua yang istimewa. Mereka dititipi anak yang berbeda dari anak-anak kebanyakan. Anak-anak yang memerlukan perhatian lebih, menyita lebih banyak waktu, tenaga, air mata, dan tentu saja biaya, dalam pertumbuhan dan perkembangan bahkan mungkin sepanjang hidupnya.

Saya pun sebagai orang tua yang masih meraba-raba dalam serba-serbi mengasuh anak, terlebih karena saya ibu bekerja, tetap waspada terhadap keterlambatan ataupun gangguan dalam tumbuh kembang anak saya. Untuk Naira, saya gak terlalu khawatir karena tumbuh kembangnya lancar, hanya bermasalah picky eater dan belum lulus toilet training hingga usianya lebih dari 3 tahun. Sedangkan Naufal, untuk kemampuan motoriknya memang normal, mulai bisa jalan sejak usia 14 bulan dan sekarang sudah lari-lari. Tapi, menjelang 18 bulan belum ada satu pun ia menyebut kata yang berarti, terlebih dia menghindari kontak mata dan gak menoleh saat dipanggil, membuat saya agak khawatir. Kecurigaan waktu itu, dia terlalu banyak nonton video lagu anak-anak, karena saat dengar lagu-lagu dia malah noleh dan merespon.  Jadi kami berencana mengurangi nonton video untuk Naufal, walau gak juga bisa total. Well, saya gak mau bahas soal buruknya pengaruh TV dan gadget bagi anak di sini, yang jelas Naira juga terpapar TV dan gadget sejak seumuran Naufal, dan sekarang dia baik-baik saja.

Continue reading “Menjadi Ibu yang Baik…”