Posted in Review

Serba-Serbi Film 3D

shrek-4 3d movieSeperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya di review film How to Train Your Dragon, saya adalah salah satu penggemar film yang antusias dengan hadirnya film 3D di bioskop.
Saya dengar sebagian orang ada yang gak suka nonton film 3D karena malah bikin pusing katanya. Tapi buat saya, rugi rasanya klo gak nonton film yang versi 3D, apalagi untuk film-film yang bakal masuk box office kayak Transformers, The Avengers, Spiderman, dan animasi produksi Disney atau Dreamwork.

Pertama kali saya dibuat tercengang oleh teknologi 3D ini pada film Avatar. Film itu benar-benar maksimal menyajikan efek 3D-nya, sangat detil sampai pada layar komputer dan foto-foto yang ditempel di dinding sekalipun (padahal logikanya foto itu harusnya terlihat 2 dimensi kan ya?😀 ). Lalu yang cukup memukau juga antara lain film Tron Legacy, Transformers: Dark of The Moon, Men in Black 3, The Avengers, dan The Amazing Spiderman. Sementara untuk film-film animasi 3D umumnya memuaskan, seperti Up, Toy Story 3, How to Train Your Dragon, Despicable Me, Megamind, Gnomeo and Juliet, dan Shrek Forever After.
Tapi ada juga film 3D yang mengecewakan karena efeknya (dan mungkin juga dari segi cerita) yang kurang maksimal, seperti Alice in Wonderland, The Last Airbender, dan John Carter.

Nah, di sini saya mau ceritakan perbandingan tiga format pemutaran film 3D di bioskop yang ada di Indonesia. Here they are :
1. Dolby Digital
dolby3dglasses2011600Format ini sudah cukup lama disajikan oleh Cinema 21 dan XXI. Kayaknya sudah hadir di banyak kota di Indonesia, termasuk di Palembang. Kayaknya juga bisa pake studio mana aja di 21 dan XXI, dengan kacamata 3D yang lumayan tebal dan gak bisa dilipat (agak repot karena harus hati-hati banget jangan sampe kacamatanya patah).

2. RealD 3D
Pair-3D-Cinema-Glasses.-I-006Kalo yang ini disajikan oleh Blitzmegaplex, bioskop eksklusif yang saat ini hanya ada di Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Balikpapan, dan Batam. Saat mencoba Real 3D, saya merasa lebih nyaman dengan kacamata yang lebih tipis, ringan, dan bisa dilipat. Didukung pula dengan sound system yang lebih mantap, rasanya jadi males nonton film 3D di 21 lagi :p

3. IMAX
1_10.main storyFormat ini masih terbilang baru, dengan studio yang baru ada 2 di Indonesia, yaitu di XXI Gandaria City dan XXI Kelapa Gading Jakarta. Film 3D pertama yang saya tonton di studio IMAX adalah Men in Black 3, disusul oleh The Avengers dan Hobbit The Unexpected Journey. Sementara Dark Night Rises dan SkyFall dalam format Imax 2D. Komentar saya… bener-bener two thumbs up deh buat studio ini. Layarnya yang super gede gak cuma panjang tapi juga lebar nyampe ke lantai, dengan bentuk cekung yang jelas menambah efek kita ‘tertarik’ ke dalam gambar hingga tampak nyata. Sound system dan totalitas 3D-nya juga benar-benar mantap… bikin format realD 3D lewat deh. Hahaha…

IMAX3DGlassesWalaupun kacamatanya gede banget karena lensanya yang lebar full meng-cover pandangan, semua terbayar dengan hasilnya yang oke.

Tapi tentu saja gak semua film hadir dalam format IMAX, jadi ya memang cocoknya nonton di studio IMAX ini gak usah sering-sering, karena tiketnya juga paling muahall sodara-sodara😀

yah… berhubung saya sudah pindah ke Palembang, jadi gak bisa lagi nonton realD 3D dan IMAX T_T. Bahkan saya belum nyoba nonton di Studio IMAX Kelapa Gading karena baru dibuka saat saya sudah pindah. Tapi gak pa-pa deh, mudah-mudahan segera hadir juga blitzmegaplex dan studio IMAX di Palembang ^_^.

Gambar : google image search

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s