Posted in Review

How I Met Your Mother (2005-2014)

How I Met Your Mother (HIMYM) bisa dibilang adalah serial sitcom barat terfavorit saya hingga saat ini. Mulanya saya dengar tentang serial ini dari suami saya (waktu itu masih calon), dia bilang bagus banget, banyak joke dan bahasan tentang cowok yang ‘kena’ banget, tapi bukan berarti ini film buat cowok, tentang cewek juga banyak. Karena penasaran saya cobain lah nonton. Waktu itu sekitar tahun 2009 yang berarti filmnya udah jalan sekitar 4 season. Pertama nonton saya habisin dulu season 1,dan awal-awal nonton itu saya agak bored nontonnya, gak tau kenapa, mungkin karena waktu itu selera saya masih drama korea aja 😀 . Habis itu belum lanjut nonton lagi karena memang gak ada DVD-nya.
Sekitar setahun kemudian,setelah menikah saya mulai kenal TV berlangganan dari suami saya dan mulai terbiasa nonton film-film barat, termasuk HIMYM yang sesekali tayang di Starworld. Tiba-tiba saya ketagihan nonton serial ini dan nunggu-nunggu setiap tayangannya, walaupun episodenya totally gak berurutan. Kalo gak salah mulai ditayangin berurutan itu sejak season 7 sampe serial ini tamat di season 9.
Continue reading “How I Met Your Mother (2005-2014)”

Posted in Review

13 Going on 30 (2004)

13goingon30

Waktu lihat judulnya, saya langsung berpikir ini kayaknya versi asli dari sinetron yang dulu pernah diputer di TV, yang pemerannya Nafa Urbach sama Angel Karamoy. Di sinetron itu ceritanya Nafa Urbach yang umur 30 tahun, bertukar tubuh dengan Angel Karamoy yang umur 13 tahun. Idenya kan lumayan unik tuh, … tapi namanya sinetron memang suka manjang-manjangin cerita n lebay sih, jadinya gak seru lagi.

Nah, film ’13 Going on 30′ (atau dikenal juga dengan judul ‘Suddenly 30’) ini baru sempat saya tonton waktu layanan TV kabel di kosan tiba-tiba membuka saluran khusus film yang termasuk dalam paket box office (terdiri dari RED, Fox Family Movies, Fox Movies Premium, HBO, HBO Family, HBO Signature, HBO Hits, Cinemax, dan MGM Movies). Hohoho… senengnya bukan kepalang waktu itu, soalnya saya gak berlangganan paket itu sebenernya, entah kenapa kok dibuka. Tapi ya… cuma 1-2 bulan aja sih, mungkin dalam rangka promosi atau apa. Film ini klo gak salah hadir di HBO Family, mungkin karena masuk genre komedi romantis ya, dan kategori remaja (PG-13).

Ceritanya, Jenna Rink (Christa B Allen) seorang gadis SMP yang punya sahabat sejak kecil cowok tambun bernama Matt Flamhaff(Sean Marquette), mulai jenuh dengan kehidupan yang berjalan tak sesuai dengan keinginannya. Ia iri dengan cewek-cewek cantik dan populer di sekolah,dan ia tak kunjung juga berkesempatan mendekati pemuda pujaannya. Meski sebenarnya Matt sangat perhatian padanya,ia tak peduli karena bukan itu yang diinginkannya. Hingga puncaknya pada acara ulang tahun yang ke-13 di rumahnya, ia di-bully oleh teman-teman sekolahnya yang cantik, dan kehadiran Matt yang membawa hadiah rumah boneka dan bubuk ajaib mainan justru menambah kacau semuanya. Ia lalu mengurung diri di lemari, berharap ia segera menjadi dewasa dan menarik. Ternyata, bubuk ajaib (semacam debu peri) hadiah dari Matt itu memang benar-benar ajaib…

Continue reading “13 Going on 30 (2004)”

Posted in Review

Serba-Serbi Film 3D

shrek-4 3d movieSeperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya di review film How to Train Your Dragon, saya adalah salah satu penggemar film yang antusias dengan hadirnya film 3D di bioskop.
Saya dengar sebagian orang ada yang gak suka nonton film 3D karena malah bikin pusing katanya. Tapi buat saya, rugi rasanya klo gak nonton film yang versi 3D, apalagi untuk film-film yang bakal masuk box office kayak Transformers, The Avengers, Spiderman, dan animasi produksi Disney atau Dreamwork.

Pertama kali saya dibuat tercengang oleh teknologi 3D ini pada film Avatar. Film itu benar-benar maksimal menyajikan efek 3D-nya, sangat detil sampai pada layar komputer dan foto-foto yang ditempel di dinding sekalipun (padahal logikanya foto itu harusnya terlihat 2 dimensi kan ya? 😀 ). Lalu yang cukup memukau juga antara lain film Tron Legacy, Transformers: Dark of The Moon, Men in Black 3, The Avengers, dan The Amazing Spiderman. Sementara untuk film-film animasi 3D umumnya memuaskan, seperti Up, Toy Story 3, How to Train Your Dragon, Despicable Me, Megamind, Gnomeo and Juliet, dan Shrek Forever After.
Tapi ada juga film 3D yang mengecewakan karena efeknya (dan mungkin juga dari segi cerita) yang kurang maksimal, seperti Alice in Wonderland, The Last Airbender, dan John Carter.
Continue reading “Serba-Serbi Film 3D”

Posted in Review

Just Like Heaven (2005)

just like heaven poster

Rilis di tahun 2005, saya nonton film ini sekitar tahun 2009-2010 atas rekomendasi dari suami saya (dulunya masih calon suami) yang terkenal maniak film. Untuk film genre komedi romantis, dia suka film-film yang dibintangi oleh Reese Witherspoon, salah satunya film ini. Tapi dia sendiri lupa endingnya gimana. Hahaha… kalo kebanyakan nonton film emang suka begitu deh. Saya sendiri biasanya mesti nonton beberapa kali baru bisa dengan jelas mengingat alur cerita sebuah film. Untuk film ini, saya sudah nonton 2 kali dan tetap terasa indah ^_^ .

Continue reading “Just Like Heaven (2005)”

Posted in Review

Hello Goodbye (2012)

hello goodbye
Sebenernya sih…. nonton film ini gak direncanain dari jauh-jauh hari. Pernah lihat trailernya, tapi waktu itu gak begitu pengen nonton. Tiba-tiba aja, beberapa hari lalu sekilas nonton acara Hitam Putih yang lagi bahas film ini, trus weekend ini ngelihat ada film ini tayang, jadi akhirnya pilih nonton deh. Kenapa? ya karena setting di Korea tentunya. Pengen lihat aja, katanya sinematografi film ini bagus, trus film ini sudah menjadi Official Selection Busan International Film Festival (BIFF) 2012 di Busan, Korea Selatan.

Karena lagi males pergi jauh-jauh, saya pilih nonton aja di Plaza Atrium. But Actually, ini pertama kalinya saya nonton di 21 Atrium… biasanya untuk 21 di plaza biasa-biasa saja kayak gini saya nontonnya di Plaza Blok M atau Blok M square. Dan rupanya tiket 21 sudah naik pula yah untuk yang ‘tarif bawah’ begini, Rp 35.000,-! Terakhir saya nonton kayaknya masih Rp 25.000,- atau Rp 30.000,- gitu deh. Berarti jadi gak beda jauh dong dengan ‘tarif premium’ XXI di mall-mall gede, yang tetep Rp Rp 50.000,- tarifnya (itu untuk weekend ya, karena saya nonton di hari Sabtu. Untuk weekday biasanya lebih murah dengan selisih sekitar Rp 5.000,-  s/d Rp 10.000,-).

First of all, kesan saya masuk studio 2 21 Plaza Atrium adalah…. nih bioskop landai banget ya?? saya udah pesen seat bagian belakang kok kayaknya nonton masih ngedongak gitu. Selisih tinggi antar baris kursi terlalu kecil, jadinya rawan tertutup juga sama kepala orang yang di baris depan (apalagi untuk orang yang tingginya pas-pasan kayak saya). Pas saya masuk aja ada bapak-bapak pake topi yang duduk persis di depan saya, kadang klo dia gerak jadi sedikit nutupin bagian bawah layarnya. Sebel aja klo udah gitu. Biasanya saya nyari tempat duduk lain aja yang kosong, siapa tau lebih nyaman. Eh, ternyata pas film baru mulai, tuh bapak-bapak keluar. Salah masuk studio kali ya? gak tau deh, pokoknya saya jadi bebaas… hahaha.

Now talking about the film. Ceritanya nih tentang cewek bernama Indah (Atiqah Hasiholan) yang kerja di KBRI di Busan. Dia bertugas mengurus Abimanyu alias Abi (Rio Dewanto), seorang Anak buah kapal asal Indonesia, yang mengalami sakit jantung dan harus dirawat di RS. Abi dibawa ke Busan karena terkena serangan jantung saat kapal yang ia naiki sedang berlayar di laut lepas dan Busan adalah kota pelabuhan terdekat. Awalnya mereka sering bertengkar karena sikap Abi yang kasar, tapi lama-kelamaan akhirnya jadi cinta. Dan mereka harus menghadapi perpisahaan saat Abi harus pulang ke Indonesia setelah kondisinya membaik. Intinya sih begitu….

Continue reading “Hello Goodbye (2012)”