Posted in Review

Flipped (2010)

Saya pertama kali nonton film ini sekitar tahun 2011 kayaknya, dan sampe sekarang film ini masih menjadi salah satu film favorit yang saya gak keberatan ngulang nontonnya sampe beberapa kali. Ceritanya sederhana, bener-bener film keluarga yang mungkin untuk tayang di TV lokal Indonesia pun gak perlu sensor (tapi tetap rating PG untuk remaja ya). Temanya memang tentang cinta monyet ala ABG, tapi jauh dari kesan alay. Banyak pesan moral tersirat dari film ini, disampaikan dengan alur cerita yang gak ngebosenin.

Diadaptasi dari novel karya Wendelin Van Draanen berjudul sama, ‘Flipped’ artinya ‘Terbalik’, bisa juga berarti ‘Terkesima’. Bersetting di Amerika pada tahun 1957 hingga 1963, film ini mengunakan alur maju-mundur dengan dua sudut pandang yaitu dari sisi kedua tokoh utamanya.

Juliana Baker atau yang lebih sering dipanggil Juli, adalah gadis manis yang periang. Saat berusia tujuh tahun, ia langsung terpesona pada Bryce Loski yang baru pindah menjadi tetangga depan rumahnya. Kebalikan dengan Juli, Bryce Loski adalah pemuda yang pendiam. Ia sangat terganggu dengan kehadiran Juli yang terkesan mengejar-ngejar dirinya. Menurutnya Juli adalah gadis yang keras kepala dan egois. Bertahun-tahun menjadi tetangga dan teman sekelas tapi ia terus berusaha menghindari Juli, sampai-sampai saat kelas 6 SD ia mengencani Sherry Stalls, gadis paling populer di sekolah yang sangat tidak disukai oleh Juli, hanya untuk membuat Juli kesal. Tapi tujuannya itu ternyata diketahui oleh Sherry dan akhirnya mereka putus. Juli pun kembali mengagumi Bryce, pemuda tampan bermata indah dan berambut pirang dengan aroma semangka,  yang menurutnya sangat bersinar. Terus tak berubah hingga mereka kelas 2 SMP.

Continue reading “Flipped (2010)”

Posted in Miscellaneous

A Hard Decision Making

Pop memo dengan variasi warna tulisan

Baru kali ini saya segini galaunya mau pilih HP, sampai-sampai dibikin postingan blog lagi. Perasaan dulu waktu jadi remaja baru lulus SMA nentuin pilihan jurusan kuliah aja gak gini-gini amat deh kayaknya. Hahaha… Lebay.

Tapi akhir-akhir ini memang saya sering kurang konsentrasi dan fokus, entah sebabnya apa. Apa kurang piknik, kurang vitamin, atau karena gak minum aqua (terang aja, kan di Palembang Aqua mahal, jadi minumnya AlfaOne 😀 ). Dan jadinya sering bingung juga, sempat kehilangan kunci yang ternyata jatuh di bawah jok mobil, ketinggalan helm di minimarket kantor, sampai pilih dompet oleh-oleh adik saya pun bingung mau motif yang mana.  Saya jadi capek. Masalah pilih HP ini juga lumayan menyita pikiran saya, soalnya LG G2 Mini saya udah bener-bener penuh, beberapa aplikasi yang sebenernya masih perlu sudah saya hapus untuk mempertahankan aplikasi lainnya yang lebih penting. Dan herannya ketetapan saya tuh bener-bener berubah-ubah, hari ini saya udah fix pilih merk S tipe A, eh besoknya ganti lebih milih tipe J. Besoknya lagi, ganti lagi merk M tipe M yang sebelumnya gak dilirik. Semua memang ada kurang-lebihnya masing-masing, jadi saya kesulitan nentuin prioritas mana yang lebih penting untuk diutamakan dan mana yang bisa diabaikan.

Continue reading “A Hard Decision Making”

Posted in Miscellaneous

Pilih-pilih Handphone

Saat perlu ganti handphone karena berbagai alasan, keputusan Handphone mana yang bakal dipilih tentunya bukanlah hal yang mudah. Ya… mungkin karena handphone selalu ikut ke mana kita pergi, menyimpan data-data kita, serta jadi hiburan pengisi waktu kapan dan di manapun kita berada.

Bermula dari handphone hanya berfungsi sebatas nelpon dan SMS hingga lebih dominan utk aktivitas socmed, serta dari berlayar kecil dan monokrom hingga berlayar lebar dan full HD. Saya pun merasakan perubahan HP yang dari besar ke kecil kemudian besar lagi, dan dari tanpa OS hingga android ver ke-sekian. Generasi 90-an kayak saya termasuk yang merasakan perubahan besar teknologi informasi dan komputer pada masa-masa kami seumuran remaja dan dewasa muda, masa-masa galau dan pencarian jati diri katanya. Hahaha…

So, inilah daftar merk dan jenis HP yang menemani saya sejak awal kemunculannya hingga sekarang (April 2017), sekalian nostalgia juga deh.

Continue reading “Pilih-pilih Handphone”

Posted in Review

How I Met Your Mother (2005-2014)

How I Met Your Mother (HIMYM) bisa dibilang adalah serial sitcom barat terfavorit saya hingga saat ini. Mulanya saya dengar tentang serial ini dari suami saya (waktu itu masih calon), dia bilang bagus banget, banyak joke dan bahasan tentang cowok yang ‘kena’ banget, tapi bukan berarti ini film buat cowok, tentang cewek juga banyak. Karena penasaran saya cobain lah nonton. Waktu itu sekitar tahun 2009 yang berarti filmnya udah jalan sekitar 4 season. Pertama nonton saya habisin dulu season 1,dan awal-awal nonton itu saya agak bored nontonnya, gak tau kenapa, mungkin karena waktu itu selera saya masih drama korea aja 😀 . Habis itu belum lanjut nonton lagi karena memang gak ada DVD-nya.
Sekitar setahun kemudian,setelah menikah saya mulai kenal TV berlangganan dari suami saya dan mulai terbiasa nonton film-film barat, termasuk HIMYM yang sesekali tayang di Starworld. Tiba-tiba saya ketagihan nonton serial ini dan nunggu-nunggu setiap tayangannya, walaupun episodenya totally gak berurutan. Kalo gak salah mulai ditayangin berurutan itu sejak season 7 sampe serial ini tamat di season 9.

Continue reading “How I Met Your Mother (2005-2014)”