Posted in My Life

Another Little Bundle of Joy

20160321_070823Sewaktu saya sedang hamil anak kedua, Salah seorang sepupu saya, yang sudah punya dua anak – satu laki-laki dan satu perempuan – pernah bilang, katanya proses mau punya anak laki-laki itu lebih sakit dibandingkan anak perempuan. oh, iya sih saya pernah denger, katanya kan melahirkan anak laki-laki itu 40 kali lebih sulit daripada anak perempuan. “Nggak”, katanya, “bukan cuma lahirannya aja, tapi pas hamilnya juga”. Mendengar itu, saya jadi mikir-mikir lagi. Ya iya juga sih, hamil kedua ini kayaknya lebih banyak keluhannya dibandingkan pas hamil pertama. Tapi gak tau juga apa karena hamil pertama itu bawaannya seneng aja ya jadi gak berasa.
Cuma pas lahirannya, bener-bener berasa deh cesar yang kedua ini lebih berat dibandingin yang pertama. Udah sakit karena luka cesar, ditambah pula ada beberapa penyakit lain yang sempat ikutan nimbrung. Pemulihannya pun lebih lama, sekitar 1,5 bulan setelah lahiran baru saya berasa sakit di dalam perut bener-bener hilang.
Ah, apa pun, bahagia saat melihat dan memeluk bayi yang selama 9 bulan di dalam kandungan itu tidak terkira rasanya.

Ceritanya saya kan mau rencana lahiran tanggal 6 Januari aja, biar lumayan cantik gitu tanggalnya 6-1-16. Dokter sih memang nyaranin lahirannya sekitar tanggal 3-8 Januari, biar cukup umur janinnya 38 minggu. Jadi saya rencanainlah masuk rawat inapnya itu tanggal 5 dan operasi tanggal 6 Januari. Eh ternyata pas periksa USG di minggu terakhir Desember, dokternya bilang ketubannya sudah agak keruh, jadi sebaiknya operasi secepatnya. Tapi karena gak juga darurat, jadi di-pas-in aja 38 minggu di tanggal 3 Januari. So berubahlah rencananya jadi rawat inap tanggal 2 dan operasi tanggal 3 Januari.
Semua perlengkapan lahiran pun sudah saya siapkan, mulai dari pakaian hingga surat-menyurat administrasi rawat inap dan cuti lahiran. Dan meskipun ini lahiran kedua, tetep aja ada rasa deg-degan. Tapi setidaknya saya gak harus nahan mules-mulesnya dulu karena sudah direncanain Cesar.
Tepat tanggal 2 Januari itu, ceritanya suami saya sedang masuk shift malam dan pulang pagi. Rencananya saya mau ke RS siang aja sama suami. Eh ternyata pagi-pagi habis subuh kok saya berasa ada keluar cairan agak encer gitu, kayaknya cairan ketuban deh. Memang gak banyak sih, tapi siapa tau sewaktu-waktu pecah ketuban. Akhirnya pagi itu juga saya langsung ke RS Hermina dianter sama adik ipar. Naira dan eyangnya juga ikut, juga mama yang bakal ikut nungguin saya di RS bareng suami. Sekitar pukul 7 pagi saya sudah tiba di RS, langsung ke IGD dan lapor sama bidannya di sana. Habis itu bidannya mau periksa bukaan pula, katanya dokternya mau tau sudah ada bukaan apa belum. Haduh, walau dengan berat hati ya saya turutin aja deh periksa bukaan. Ternyata memang sudah bukaan 1, dan saya langsung disiapkan untuk operasi saat itu juga.
Agak kaget juga sih, soalnya saya pikir kalaupun operasi hari itu ya agak siang lah mengingat perlu pemeriksaan ini-itu sebelum operasi. Dan biasanya dokter agak lama kan datangnya, paling tidak setengah jam nunggu dokternya datang. Tapi ternyata begitu saya selesai ganti baju dan masuk ruang operasi, Dr.Peby udah menyapa di sana dengan pakaian operasinya. Loh loh loh, dan tau-tau saya udah dioperasi aja. Hahaha…
ya gak sekilat itu juga sih… proses operasi kurang lebih sama lah kayak operasi Cesar pertama dulu. Bedanya kali ini dokternya Dr.Peby dengan asisten Dr.Nuswil. Dokter anak dan para perawatnya juga beda. Dan kali ini, yang lahir anak cowok. Kalau Naira dulu nangis-nangis terus dari pas operasi malam sampe subuh, yang ini nangisnya pas baru lahir aja. Malah waktu didekatkan ke saya untuk IMD, dia tidur sambil tengkurap, lucu banget deh. Pas diangkat dan dibawa ke ruang bayi dia sempet nangis lagi, tapi kayaknya habis itu selama di ruang bayi dia gak terlalu banyak nangis. Jadi bayi laki-laki ini lahir sekitar pukul 8 pagi dengan berat 3,1 kg.
Selama kami dirawat di RS, Naira nginep di tempat eyangnya tapi setiap hari tetep datang ke RS lihat adiknya. Alhamdulillah perawatan selama di RS lancar-lancar aja, dan kami pulang setelah sekitar 3 hari dirawat. Dan kembali, kehidupan keluarga kecil kami berubah setelah hari itu…

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s