Posted in Review

13 Going on 30 (2004)

13goingon30

Waktu lihat judulnya, saya langsung berpikir ini kayaknya versi asli dari sinetron yang dulu pernah diputer di TV, yang pemerannya Nafa Urbach sama Angel Karamoy. Di sinetron itu ceritanya Nafa Urbach yang umur 30 tahun, bertukar tubuh dengan Angel Karamoy yang umur 13 tahun. Idenya kan lumayan unik tuh, … tapi namanya sinetron memang suka manjang-manjangin cerita n lebay sih, jadinya gak seru lagi.

Nah, film ’13 Going on 30′ (atau dikenal juga dengan judul ‘Suddenly 30’) ini baru sempat saya tonton waktu layanan TV kabel di kosan tiba-tiba membuka saluran khusus film yang termasuk dalam paket box office (terdiri dari RED, Fox Family Movies, Fox Movies Premium, HBO, HBO Family, HBO Signature, HBO Hits, Cinemax, dan MGM Movies). Hohoho… senengnya bukan kepalang waktu itu, soalnya saya gak berlangganan paket itu sebenernya, entah kenapa kok dibuka. Tapi ya… cuma 1-2 bulan aja sih, mungkin dalam rangka promosi atau apa. Film ini klo gak salah hadir di HBO Family, mungkin karena masuk genre komedi romantis ya, dan kategori remaja (PG-13).

Ceritanya, Jenna Rink (Christa B Allen) seorang gadis SMP yang punya sahabat sejak kecil cowok tambun bernama Matt Flamhaff(Sean Marquette), mulai jenuh dengan kehidupan yang berjalan tak sesuai dengan keinginannya. Ia iri dengan cewek-cewek cantik dan populer di sekolah,dan ia tak kunjung juga berkesempatan mendekati pemuda pujaannya. Meski sebenarnya Matt sangat perhatian padanya,ia tak peduli karena bukan itu yang diinginkannya. Hingga puncaknya pada acara ulang tahun yang ke-13 di rumahnya, ia di-bully oleh teman-teman sekolahnya yang cantik, dan kehadiran Matt yang membawa hadiah rumah boneka dan bubuk ajaib mainan justru menambah kacau semuanya. Ia lalu mengurung diri di lemari, berharap ia segera menjadi dewasa dan menarik. Ternyata, bubuk ajaib (semacam debu peri) hadiah dari Matt itu memang benar-benar ajaib…

Jenna Rink (Jennifer Garner) bangun di pagi hari dengan suasana berbeda. Ia kaget setengah mati waktu melihat tubuhnya di cermin karena ia sudah tumbuh dewasa hanya dalam waktu 1 malam. Dan yang mengejutkan pula, ternyata ia tinggal di apartemennya sendiri, punya pacar yang tampan, dan bekerja di sebuah redaksi majalah terkenal dengan posisi yang menjanjikan! Semua benar-benar seperti keinginannya. Hanya saja, karena merasa tak mengenal siapa-siapa di sekitarnya, termasuk Lucy teman terdekat di kantor yang ternyata adalah si cantik di sekolahnya dulu, Jenna berusaha mencari Matt sahabatnya.
Saat bertemu, Matt Flamhaff (Mark Ruffalo) sangat terkejut karena ia tak lagi akrab dengan Jenna sejak hari ulang tahun Jenna ke-13 itu. Ternyata Jenna tumbuh dengan menjadi anggota gank cewek populer di sekolah, menjadi ratu Prom, dan sepertinya mendapat segala yang diimpikannya.
Jenna pun menjalani hari-harinya dengan bersemangat. Saat redaksi majalah tempat ia bekerja terpuruk karena kalah dari majalah saingan, ia mendapat ide cemerlang untuk menghadirkan wajah dan konsep baru dengan menggandeng Matt yang baru mulai menjadi fotografer profesional. Kebersamaan itu membuat Jenna menyadari perasaannya pada Matt, terlebih karena Matt telah tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan. Namun sayang, Matt telah bertunangan dan akan menikah dalam waktu dekat.

Dan semua membuat Jenna down saat sisi-sisi gelap dirinya terungkap. Ternyata gemerlap dunia yang ia rasakan hanyalah semu, sejatinya dia kini bukanlah orang yang baik dan pada akhirnya karirnya pun hancur.
Puncaknya, Jenna berusaha menyelamatkan satu saja yaitu cinta sejatinya. Di hari pernikahan Matt, Jenna memberanikan diri untuk menemui dan mengungkapkan perasaannya pada Matt. Sesuatu yang seharusnya ia sadari dan ungkapkan sejak dulu.
Nah, apakah Jenna berhasil mendapatkan cinta sejatinya dan memperbaiki kehidupannya? Haha… saya gak mau ngasih spoiler endingnya di sini :p

Waktu nonton film ini saya terpesona sekali lagi dengan peran Mark Ruffalo (setelah sebelumnya terpesona di film Just Like Heaven). Sepertinya dia memang cocok memerankan karakter kayak gini — cowok yang perhatian + sabar gitu deh pokoknya, meskipun gak ganteng-ganteng amat tapi dengan karakternya bikin kita merasa ‘wuaah, nih cowok gentleman banget sih…’ :p . Dan menurut saya film ini cukup menyadarkan kita tentang apa sebenarnya yang penting dalam hidup ini. Apa yang terlihat glamour dan sepertinya menyenangkan, belum tentu adalah kebahagiaan sejati. Jangan lalui hidup kita untuk mengejar sesuatu sampai mengesampingkan nilai-nilai kebaikan dan hubungan dengan orang-orang yang menyayangi kita. Jangan sampai kita menyadarinya saat semua sudah terlambat…

gambar : moviepostershop.com

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s