Posted in My Life

My wedding Souvenir

Mmmmm…. sebenernya sih udah basi banget klo bahas soal ini, secara my wedding sudah melewati 1st Anniversary hampir 3 bulan yang lalu. Tapi sedari dulu (bersamaan dengan direncanakannya tulisan mengenai my wedding invitation) saya sudah merencanakan tulisan ini, jadi ya… seperti yang sering seorang teman saya bilang : “better late than never”, hehehe… akhirnya tetap saya tulis deh.

Salah satu hal yang exciting bagi saya dalam merencanakan acara pernikahan adalah memilih dan/atau mendesain sendiri souvenir pernikahan yang akan dibagikan kepada para tamu yang hadir.
Dalam pertimbangan saya, selain cantik dan harganya terjangkau, souvenir itu harus bermanfaat buat yang menerima. Kipas dan gunting kuku sempat jadi nominasi, tapi dengan banyak pertimbangan dan masukan akhirnya saya pilih gelas kecil sebagai souvenir pernikahan saya. Bukan gelas super kecil yang hanya bisa jadi alas lilin, tapi gelas setinggi hampir 9 cm yang bisa dipake buat minum.

Dengan pertimbangan lebih mudah dalam pengangkutan ke rumah di Palembang, saya pilih pesan souvenir di Palembang saja, berbeda dengan undangan yang saya pesan di Jakarta. Dan saya pun pilih usaha pembuatan souvenir yang cukup punya nama di Palembang, yaitu Anggrek Souvenir yang berlokasi di Lunjuk Jaya. Di sana sudah ada contoh gelas dengan gambar dan tulisan nama pasangan + tanggal pernikahan, tapi saya mengajukan gambar yang saya buat sendiri dengan coreldraw. Mmm… sebenernya bukan desain saya sendiri sih, saya cari di internet gambar bintang-bintang (terutama bintang jatuh), lalu saya gambar ulang saja dengan lebih simpel menggunakan coreldraw. Semua demi impian saya menyesuaikan undangan dan souvenir bertema bintang-bintang.

Lalu mama saya bilang, “Wah, kami jadi nyumbang desain baru dong buat gambar di gelasnya?” eh iya ya, jadi penasaran juga kira-kira tuh gelas saya dijadiin contoh gak ya? trus ada gak ya yang pake gambar itu juga setelah saya? hehe….

Pas hari-H, baru nyadar juga deh kendalanya klo pake souvenir pecah belah : ngangkutnya ke lokasi resepsi itu… lumayan repot juga. Karena pecah belah kan berat, dimensinya lumayan menyita tempat, dan fragile pula. Saya sempat melihat tamu yang kesulitan memegangnya, juga denger katanya ada yang gak sengaja menjatuhkan hingga pecah.
Trus beberapa komentar dari temen-temen tentang souvenir ini, ada yang bilang “bagus ya, memang enaknya klo souvenir itu bisa dipake buat sehari-hari, aku pake gelas itu buat minum loh” bikin saya seneng banget dengernya. Tapi ada juga yang bilang, “apaan, gelasnya kecil banget… mana bisa dipake buat minum?”

Yah…. memang segala sesuatu gak ada yang sempurna, saya cuma berusaha memberi yang terbaik, dan itulah hasilnya.

4 thoughts on “My wedding Souvenir

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s