Posted in My Life

My Wedding Invitation

“Ah, nad pasti enak ya, ntar nikah tinggal terima beres. Semua udah ada yg urusin.”

Beberapa teman saya yang pastinya tau saya tinggal di Jakarta, sementara acara nikah nanti diadakan di Palembang, berpendapat seperti itu. Yah… mungkin saya memang gak bisa punya banyak andil dalam kesibukan mempersiapkan acara, tapi saya rasa kalau dibilang hanya menunggu, kemudian tiba di Palembang tinggal duduk manis saat hari-H, kayaknya nggak juga.

Paling nggak, saya yang nyiapin undangan, milih souvenir, tanda panitia, dan buku tamu. Selain ikut berperan serta dalam persiapan acara, juga supaya semua itu bisa sesuai dengan selera saya😉

So, sekarang saya mau sharing dulu soal kartu undangan. Hmm… sebelum nyari-nyari percetakan, pastinya saya ngumpulin info dulu. Kebetulan waktu itu salah satu sahabat saya, Ketty, baru saja selesai cetak undangan pernikahan. Maka saya disarankan untuk mengunjungi Pasar Tebet, tempat yang cukup terkenal sebagai pusat percetakan murah di Jakarta. Dan salah satu percetakan di sana yang dipilih oleh Ketty adalah Tran’s Printing. Ketty kayaknya puas dengan hasilnya, bagus dan murah. “Google-in aja Kak Nad…” katanya, membuat saya berpikir bahwa Tran’s Printing ada website-nya.

Rupanya… yang saya dapat adalah tulisan-tulisan dari para blogger dan forum yang membahas tentang percetakan undangan pernikahan. Saya lihat cukup banyak juga yang menyarankan Tran’s Printing, sebagai percetakan yang murah, bagus hasilnya, tepat waktu, dan ramah pelayanannya. Hmm… saya pun berencana untuk ke pasar Tebet, mungkin cari dulu Tran’s Printing dan kalau gak cocok baru ke percetakan yang lain.

Tempat Oke, selanjutnya desain. Terus terang saya naksir berat sama desain undangan Ketty, warna dan temanya manis banget… ^_^ ternyata eh ternyata yang mendesain calon suaminya sendiri. Wah… saya juga jadi pengen desain sendiri deh😀. Tapii…. memang gak semudah yang saya kira sebelumnya. saya gak punya ide gimana bentuk undangannya… dan kayaknya perlu lihat contoh undangan-undangan yang ada untuk dimodifikasi. Yang saya bayangkan cuma bentuknya cukup unik, warna biru + silver, dan ada pitanya! ^_^

Akhirnya, saya putuskan untuk ke percetakannya dulu, lihat-lihat contoh undangan di sana, baru kemudian modifikasi desain sesuai selera.

Jadilah suatu sore saya ditemani kakak saya ke Pasar Tebet. Dan menemukan Tran’s Printing di lantai Basement itu sangat mudah dibandingkan menemukan Pasar tebet itu sendiri di wilayah timur Jakarta, untuk saya yang (masih juga😀 ) belum begitu mengenal seluk-beluk ibukota. Saya pun disambut oleh mbak Ana, yang namanya sudah saya kenal dari beberapa tulisan yang saya baca. Singkat cerita, akhirnya saya memilih undangan setengah hardcover dengan aksen lipatan bertingkat dan diikat pita. Ukuran 13×24 cm. Harganya cocok, warna dan ukiran bisa diganti. So… saya pun pulang membawa contoh undangan tersebut yg berwarna coklat dengan tinta emas dan ukiran bertema dedaunan.

Selanjutnya, tugas saya membuat desain tulisan di undangan nantinya. Hal ini juga gak begitu mudah, sebab perlu persetujuan keluarga tentang apa saja yang dicantumkan dan apa yang nggak. Setelah beres, saya print hasilnya dengan latar warna kertas yang saya inginkan. Hmm… ternyata oke juga :p

Dan mengunjungi percetakan gak cukup sekali dua kali… perlu beberapa kali revisi selama sekitar 2-3 minggu sampai menghasilkan desain cetakan yang sesuai. Sesuai permintaan saya, ukiran diganti bertema bintang-bintang dan warna tintanya perak. Setelah yakin dengan keseluruhan desain, gak ada revisi lagi, terakhir baru nentuin jenis dan warna kertas. Nah, di sini saya harus milih, karena warna asli kertas yang tersedia gak ada yang benar-benar sesuai dengan warna yang saya inginkan. Kalau saya mau warna yang sesuai, berarti kertas akan diblok dengan warna tersebut, yang berakibat glitter-glitter di kertas gak bisa terlihat. So, karena sayang rasanya kalau glitter kertas hilang, saya pilih memakai kertas asli dengan warna yang mendekati saja. Dan akhirnya kertas yang saya pilih adalah jasmine purple untuk warna pastel dan jasmine navy blue untuk warna gelap hardcover.

Selanjutnya, bayar uang muka dan tunggu 3 minggu pengerjaannya. Alhamdulillah… hasilnya memang bagus, selesai tepat waktu dan rapi. Hanya saja saya lihat ukiran bintang-bintang di depan itu banyak juga yang kurang pas pada pertemuan antara hardcover dengan halaman depan. Tapi it’s Ok lah… overall hasilnya cukup memuaskan buat saya.

So, buat teman-teman yang mungkin sedang menyiapkan undangan pernikahan… kalau sudah ada contoh atau desain sendiri, sebaiknya memang pilih percetakan yang dekat dengan tempat tinggal, mengingat perlu bolak-balik ke sana untuk revisi ini-itu. Tapi perlu juga dipertimbangkan bagaimana hasilnya, apakah yakin akan memuaskan dengan harga yang harus kita bayar, strategis atau tidaknya tempat mungkin juga berpengaruh pada harga. Karena itu rekomendasi dari orang-orang yang pernah mencoba tentu juga akan sangat bermanfaat ^_^.

2 thoughts on “My Wedding Invitation

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s