Posted in My Life

Suatu Pagi di Taman Ayodia

Taman Ayodia, taman dengan kolam air mancur di tengahnya, berlokasi di bilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, sekitar 200 m dari Blok M plaza. Sejak sekitar tiga minggu yang lalu, ia menjadi sahabat saya. Hampir setiap pagi saya berusaha mengusir kantuk dan malas, menggerakkan tubuh yang telah lama kurang olahraga, berjalan dan berlari menemui taman yang indah ini.

Sayang seribu sayang, walau udara pukul 5 pagi cukup segar dan pohon-pohon yang menaunginya cukup rindang, taman ini dibanjiri sampah di sana-sini. Biasanya saat saya sedang mengelilingi kolam dengan melewati salah satu jogging track yang ada, seorang bapak pasukan hijau (sebab pakaiannya hijau) sedang bekerja menyapu sampah di salah satu sisi taman tersebut. Butuh waktu yang lama tentunya, sebab sampah-sampah itu terlampau banyak. Ironis sekali, mengingat sudah banyak disediakan tong sampah di sudut-sudut taman.
Yah, memang saya lihat setiap sore dan malam taman ini selalu ramai dipenuhi pengunjung. Penjaja kudapan juga setia berada di sekeliling taman. wajar sampah sisa makanan dan pembungkusnya ada banyak… tapi apalah sulitnya bila setiap kita, menyempatkan diri untuk berjalan sedikit menuju tempat sampah terdekat, dan membuang sampah masing-masing? Setidaknya taman ini akan terlihat lebih cantik di pagi hari… menyejukkan mata setiap orang yang mencari kesegaran dan keindahannya di sini.

Ah, daripada berkhayal melihat taman ini bersih, mungkin lebih baik saya melihat makhluk-makhluk hidup di sekeliling. Selain pohon, kucing liar yang mencari makanan sisa, dan burung gereja yang kerap hinggap beramai-ramai di atas tanah dan jogging track hingga bubar karena saya lewat, tentunya. Hmm… ada mbak-mbak, pake stelan training dan jilbab juga, sepertinya lumayan rutin lari pagi, meski tak selalu saya temui. Ada bapak-bapak (kalau belum bisa disebut kakek-kakek) berambut ikal, mengenakan topi, kaos dan training panjang, selalu berjalan cepat dan berkeringat karena itu, terlihat dari bagian depan kaosnya yang sedikit basah… yang ini sepertinya benar-benar olahraga setiap pagi, karena tak pernah absen saya melihatnya. Ada beberapa pemuda, mengenakan kaos dan celana pendek, lebih banyak berlari dibanding saya. Beberapa remaja putri, juga mengenakan kaos dibalut jaket dan celana sebatas lutut berlari mendahului saya. Selebihnya bapak-bapak dan ibu-ibu, sebagian keturunan tionghoa, juga mengelilingi kolam dengan berlari dan berjalan. Ada pula pasangan yang berjalan bersama (uh… bikin ngiri).
Tapi kok sepertinya yang jogging gak ada cowok seumuran saya yaah..?? :p, padahal kan lumayan klo bisa ngeceng. Mmmm…. eh eh, tunggu dulu, itu cowok pake jaket kulit hitam dan celana dasar coklat sedang duduk di salah satu bangku,lumayan juga😀. Ngapain ya? Sendirian aja… Gimana kalo seandainya saya duduk di sebelahnya dan bilang, “maaf ya mas… saya ikut duduk di sini, soalnya saya biasa duduk di sini habis jogging” ? Wuahaha… bo’ong banget😀.
Tapi iya yah, daripada yang jogging, kayaknya lebih banyak yang duduk-duduk di bangku, tepi kolam, atau di mana saja di seluruh bagian taman. Kadang sekelompok anak-anak muda, sudah ada di sana sejak saya datang, dan biasanya bubar sekitar pukul 5.30. Ada Yang berdua atau beberapa orang dewasa berkumpul membicarakan sesuatu. Ada yang tidur. Ada juga yang duduk termenung sendiri.
Dan di sana… di sudut salah satu undakan taman yang berfungsi juga sebagai bangku, ada sepasang muda-mudi. Yang laki-laki mengenakan kaos putih dibalut jaket warna hijau-army, dan yang perempuan berjilbab putih mengenakan jaket coklat… Mereka tampak bahagia.
Saya tersenyum. Dan kemudian sadar, hari sudah mulai terang. Pukul 5.45 metro mini sudah berkeliaran di sana-sini, menyebarkan emisi yang sepertinya sudah tak lulus uji kelayakan lagi. Saatnya saya meninggalkan taman dan berjalan kembali ke kost-an.

Sorenya saat mobil yang saya naiki bersama papa dan kakak melewati kembali taman Ayodia sepulang dari kantor, tiba-tiba papa bilang: “Ayodia itu ada kepanjangannya… ” penasaran saya langsung bertanya, “Apa, Pa?”
“Ayo Nadia”, lanjut papa.
Saya kaget sekaligus geli, bukan karena tak menyangka papa bisa membuat lelucon unik itu, tapi karena sudah ada seseorang yang mengatakan itu sebelumnya😀. Benar-benar kebetulan. “Kenapa Ayo Nadia?” kembali saya tanya, iseng. “Soalnya Nadia sering ke sana”.

Ha… iya, semoga saya semakin terbiasa bangun dan berolahraga setiap pagi, demi hidup yang lebih sehat. Semangaat… ! ^_^

5 thoughts on “Suatu Pagi di Taman Ayodia

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s